about me

Foto saya
Just an ordinary girl who loves cooking, music, writing, and fashion. Dream, dream, dream!!

Jumat, 02 November 2012

Cinta dalam Mimpi



Bel pergantian pelajaran berbunyi semua murid – murid segera menuju ruang ganti untuk mengganti seragam mereka dengan pakaian olahraga. Awalnya semua terasa biasa saja di  dalam kamar ganti, namun tiba – tiba saja gempa yang cukup dahsyat melanda sekolah itu. Semua murid – murid panik dan segera berlari keluar namun seorang gadis bernama Melodi terperangkap di dalam salah satu kamar ganti. Karena gempa tersebut kepala Melodi terbentur dan membuat Melodi pingsan dalam beberapa waktu. Saat Melodi sadar, ia segera mencoba lagi untuk membuka pintu kamar ganti dan alhasil ia bisa membukanya namun betapa kagetnya ia saat mengetahui bahwa ia berada di sebuah kamar mandi. Melodi sangat kaget saat melihat banyak orang asing disana, dan satupun tidak ada yang ia kenal. Gadis – gadis yang ada di sana langsung melirik ke arah Melodi saat ia baru saja keluar dengan pakaian olahraganya. Sekarang Melodi benar – benar bingung apa yang harus ia lakukan, ia tidak tahu dimana ia berada sekarang.
Disaat Melodi terus terdiam dalam kebingungannya tiba – tiba seorang gadis menghampirinya dan bertanya kepadanya

          “hai, lo kenapa?”

Melodi hanya bisa mengelengkan kepalanya, ia bingung harus menjawab apa karena ia sendiri tidak tahu sebenarnya apa yang terjadi terhadapa dirinya.

          “boleh kita kenalan?” sahut gadis itu lagi sambil menyodorkan tangannya ke arah melodi. Pelan – pelan Melodi mengangkat wajahnya dan menatap gadis yang sedari tadi berbicara kepadanya, disaat Melodi melihat mata gadis itu ia merasa kalau ia pernah kenal dengan gadis itu
          “nama gue Rani, kalo nama lo siapa?” sahut gadis itu ramah

          “nama gue Melodi....” jawab Melodi dengan mengembangkan sedikit senyuman

          “nama panjang lo siapa ya?” tanya Rani

          “Melodi Agustin...” 

          “Melodi Agustin?!” sahut Rani kaget

          “iya, memangnya kenapa?”

          “Melodi Agustin itu temen SMA gue dulu...”

          “apa lo Rani yang dulu sering gue bully itu?”

          “iya...”

          “maafin gue ya Ran....”

          “gue udah maafin lo kok...” sahut Rani sambil tersnyum kecil kepada Melodi
Melodi langsung tersentak kaget saat mengetahui gadis yang berdiri di depannya sekarang adalah gadis yang dulu sering ia kerjai. Melodi tidak menyangka walaupun sering mendapat perlakuan kasar darinya namun Rani tetap baik kepadanya. Dari seorang gadis SMA biasa, cupu, dan kuper sekarang Rani telah berubah menjadi seorang gadis yang sangat cantik dan menawan. 

          “hhhmmm jadi sekarang lo mau kemana?” tanya Rani sambil terus berjalan menyusuri lorong kampus yang dipenuhi oleh para mahasiswa yang sedang asyik bersenda gurau

          “gue nggak tahu Ran....”  
 
          “gimana kalo lo ke ke kosan gue aja?” ajak Rani semangat. Melodi pun tidak menolak ajakan Rani dan mereka berdua segera pergi ke tempat kos Rani yang tidak jauh dari area kampus. Sesampainya mereka di tempat kos Rani, Melodi segera menceritakan kejadian yang menimpa dirinya sehingga ia sampai di jogja di tahun 2014.

          “Jadi karena gempa dua tahun yang lalu itu membuat lo terbawa ke tahun 2014?” tanya Rani agak kaget sesaat setelah Melodi menceritakan kejadian

          “mungkin... tapi sebenarnya apa yang terjadi saat gempa dua tahun yang lalu?”

          “jadi saat gempa dua tahun yang lalu itu banyak menimbulkan korban, salah satu korbannya adalah lo mel, saat gempa berhenti kita semua langsung nyariin lo dan ternyata lo udah nggak sadarkan diri. Dan saat kita bawa lo ke dokter ternyata lo mengalami gegar otak yang cukup parah yang menyebabkan lo lupa ingatan dan juga kelumpahan pada beberapa anggota tubuh lo. Gue sedih sekaligus prihatin saat melihat kondisi lo yang harus terus duduk di kursi roda dan terus bergantung dengan orang lain saat mau melakukan sesuatu. Temen – temen lo yang dulu selalu deket sama lo malah jadi menghindar dan akhirnya meninggalkan lo. Gue salut banget sama kegigihan orang tua lo saat merawat lo. Tapi setelah gue lulus SMA, gue nggak tahu kondisi lo sekarang. Jujur gue kaget banget saat lo bilang kalo lo itu adalah Melodi, karena yang gue tahu Melodi itu lupa ingatan dan juga lumpuh.”

Air mata mulai menetes dari kedua ujung mata Melodi. Hatinya terasa tertusuk, wajahnya langsung berubah kelam saat mendengar cerita dari Rani yang menyebutkan kalau dirinya hilang ingatan dan lumpuh sebagian. Tidak pernah terpikirkan olehnya kalau hal ini bisa menimpa dirinya. Sekejap tangisan Melodi pun pecah, Melodi terus meneriakkan mengapa dirinya harus hilang ingatan dan juga lumpuh, mengapa dirinya bisa berada di masa depan.

“kenapa gue harus ada di masa ini? Nggak ada gunanya gue berada disini! Semuanya ini nggak akan merubah keadaan gue yang hilang ingatan dan lumpuh!!” teriak Melodi sambil terus menangis.

Rani yang berada disamping Melodi terus mencoba untuk menenangkan hatinya. Rani mencoba menghibur Melodi dengan menjelaskan mungkin ada suatu makna dibalik datangnya Melodi ke masa depan. Setelah cukup lama menenangkan Melodi, akhirnya tangisan Melodi pun mereda. Untuk lebih menenangkan hati Melodi, Rani mengajak Melodi untuk berjalan sore ke taman kota.

Suasana taman yang dihiasi pohon – pohon yang rindang sedikit demi sedikit dapat menenangkan hati dan pikiran Melodi. Tetapi saat Melodi sedang asyik menikmati suasana taman kota tiba – tiba saja ada seseorang pria yang berjalan dari arah yang berlawanan menabrak dirinya.

“Aww!!...” seru Melodi saat seorang pria menabrak bahunya

“aduuh... maaf ya saya ndak ngeliat, mbak ada yang sakit?” tanya pria itu dengan sopan

“ah... ng... nggak kok nggak ada mas, saya juga minta maaf ya karena jalannya nggak hati – hati.” Sahut Melodi sambil memegang bahunya yang masih terasa sakit

“oh, saya yang seharusnya minta maaf ke mbak kalau mbak masih sakit hubungin saya saja, ini kartu nama saya, tapi saya minta maaf ya mbak saya harus pergi sekarang, saya lagi buru – buru, permisi...”

Di dalam benak Melodi tersirat rasa kagum kepada pria tampan bertubuh tinggi, berkulit sawo matang, berkacamata, berambut hitam dengan tatanan rambut yang sedikit berantakan, serta berjaket kulit hitam yang tadi menabraknya. Tidak pernah sebelumnya Melodi bertemu denga seorang pria yang begitu sopan kepada seorang perempuan dan juga begitu tulus meminta maaf walaupun sebenarnya bukan hanya dia yang bersalah. Di dalam hati kecilnya Melodi berharap dapat bertemu dengan pria tersebut lagi.

Melodi tidak pernah tahu sampai kapan ia akan ada di masa ini. Hari berganti hari ia habiskan dengan membaca buku di perpustakaan kampus, berkeliling kota Jogjakarta bersama Rani ataupun menghabiskan sore hari di taman bersama Banyu – pria yang beberapa hari yang lalu tanpa sengaja bertabrakan dengan Melodi. Kejadian di taman waktu itu membuat Melodi menjadi sering pergi ke taman kota, berharap dapat kembali bertemu dengan Banyu. Banyak hal yang Melodi dapat pelajari dari seorang Banyu – seorang mahasiswa berprestasi dengan latar belakang keluarga yang kurang mampu, dan juga kondisi tubuhnya yang tidak lagi sempurna karena sebuah kecelakaan – berbagai pengalaman telah Banyu alami, kondisinya yang sekarang tidak membuat Banyu putus asa, ia terus berjuang untuk menafkahi dirinya dan juga keluarganya. Semangat yang dimiliki Banyu untuk tetap melanjutkan hidup membuat hati Melodi tersentuh. Melodi mulai mengubah sudut pandangnya terhadap seseorang, kini ia tidak pernah lagi melihat orang hanya dari penampilan luarnya saja namun Melodi belajar untuk melihat seseorang melalui ketulusan hatinya. Pelajaran berharga yang sangat diingat oleh Melodi adalah menerima segala sesuatu yang terjadi kepada dirinya apapun itu, baik maupun buruk semuanya menyimpan sebuah makna yang sangat berharga. Kekaguman yang dirasakan oleh Melodi pada saat pertama kali bertemu dengan Banyu kemudian terus bertumbuh dan berkembang menjadi sebuah rasa cinta yang sangat dalam. 

“mas Banyu.....” sahut Melodi saat ia dan Banyu sedang berjalan – jalan di taman
“iya kenapa mel?”

“Aku rasa kita sudah lama dekat ya mas?”

“iya, sudah hampir satu tahun... ndak terasa ya?”

“iya. Mas Aku boleh ngomong sesuatu?”

“boleh, kamu mau ngomong apa?”

“pertama kali Aku ketemu mas, Aku sudah kagum sama mas Banyu karena sikap mas Banyu yang sangat sopan, dan lebih dari itu semangat dan kerja keras mas Banyu membuat hatiku tersentuh...”

“Aku juga mel, Aku kagum dengan sikapmu yang terbuka dan mau berubah. Ndak semua orang lho yang dengan senang hati mau menerima segala kritikan dan mau merubah sikap lamanya.”

“iya mas. Sebenarnya dari kedekatan kita ini membuat Aku.... membuat Aku.... jadi.... jadi...... jadi sayang sama mas....”

Tiba – tiba saja Banyu memberhentikan langkahnya dan segera memalingkan wajahnya dan langsung menatap wajah Melodi

“apa kamu tulus?” tanya Banyu sambil terus menatap mata Melodi

“iya mas...” sahut Melodi.

Saat Banyu ingin menungkapkan perasaannya tiba – tiba saja suara gemuruh melanda dan akhirnya hujan turun dengan derasnya. Melodi dan Banyu pun akhirnya meneduh di sebuah halte, karena terlalu lelah Melodi pun tertidur di atas pundak Banyu. 

Melodi berusaha untuk membuka matanya, kepalanya terasa berat dan sakit sekali. Ekspresi Melodi langsung berubah kaget saat melihat sudah banyak orang berdiri di sekelilingnya

“akhirnya kamu sadar juga nak...” sahut Ibu Melodi seraya memeluk anak perempuan satu – satunya itu. Ibu Melodi tidak bisa manahan haru saat melihat anaknya sadar dari pingsannya yang cukup lama. Melodi kaget, dan gembira saat akhirnya ia dapat kembali lagi ke masanya namun Melodi juga sedih karena ia tidak dapat lagi bertemu dengan Banyu. 

“ma, siapa yang udah nolongin Aku?” tanya Melodi

“temen kamu, kayaknya dia orang jawa deh soalnya logat dia ngomong itu jawa banget....”

“namanya siapa ma?”

“kalau tidak salah namanya Banyu...”

Melodi langsung tersentak kaget saat mendengar kalau yang menolongnya adalah Banyu. Dengan tubuh yang masih lemah Melodi segera berjalan menghampiri Banyu yang berada di bilik lain di UGD rumah sakit. Terlihat Banyu sedang mendapat pertolongan dari tim medis, tangan Banyu hampir patah saat hendak menolong Melodi yang terjebak di kamar ganti.

“Banyu?...”

Banyu langsung menoleh ke arah Melodi, Banyu tampak bingung saat melihat Melodi yang sudah berlinang air mata. Melodi merasa terharu saat mengetahui kebaikan Banyu dimasa sekarang dan di masa depan. Walaupun di masa sekarang Melodi dan Banyu belum menjalin kedekatan, namun perasaan yang dimiliki Melodi terhadap Banyu di masa depan tetap ada dan akan selalu ada untuk Banyu sampai akhirnya Banyu menyadari dan mempunyai rasa yang sama dengan Melodi.

Semenjak Melodi sadar dari pingsannya, sikap Melodi terhadap Rani – perempuan yang sebelumnya sering di jahili oleh Melodi dan teman – temannya – menjadi lebih baik, apalagi terhadap Banyu. Sekarang Melodi sangat perhatian terhadap Banyu, dan juga mulai membangun hubungan yang lebih dekat lagi dengan Banyu. Walaupun Melodi tidak pernah tahu sebenarnya apa yang ia alami selama pingsan adalah sebuah kenyataan atau hanya sebuah mimpi tetapi Melodi tetap meyakini bahwa semuanya itu mempunyai sebuah pelajaran yang berharga untuknya yaitu dapat menghargai setiap orang tanpa melihat status, penampilan, ataupun fisik dan juga dapat mensyukuri setiap kejadian yang ada di dalam hidupnya.





TAMAT...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar