about me

Foto saya
Just an ordinary girl who loves cooking, music, writing, and fashion. Dream, dream, dream!!

Selasa, 06 November 2012

Kotak Musik Melodi



Kotak Musik Melodi
 Karya: Synthia Goldri
 
                ‘Bumi sekarang sedang menangis’, itulah kata – kata yang selalu keluar dari mulut Melodi. Sambil terus memandangi halaman rumahnya yang dibasahi air hujan, Melodi tidak bosan – bosannya memutar kotak musik kesayangannya. Sesekali Melodi memejamkan matanya, menghirup nafas dalam – dalam, dan menghelanya pelan- pelan, hanya sekadar untuk menghayati setiap alunan yang dilantunkan oleh kotak musik itu. Sambil menghirup udara yang ada di sekeliling kamarnya, Melodi dapat merasakan bau tanah yang basah terkena air, dan saat – saat seperti inilah yang sangat disukai Melodi. 

          “heeemm... bau tanah yang basah....” bisik Melodi sambil memejamkan matanya.

          Hujan, udara sejuk, bau tanah yang basah, duduk menghadap ke jendela, sambil mendengar alunan melodi dari kotak musik adalah hal yang paling Melodi sukai. Dikesendiriannya, imajinasi Melodi melayang – layang, terbang setinggi mungkin, melambungkan angan yang tidak bertepi,  dan semua imajinasi dan angan itu hanya tertuju kepada satu sosok, yaitu Kressando.

          Kressando, sosok cowok satu ini sudah memikat hati Melodi sejak satu tahun yang lalu. Saat pertama kali Melodi mendengar kisah hidup Kress, nama panggilan Kressando, hati Melodi menjaddi luluh dan tersentuh. Walau selama ini Melodi hanya mendengar cerita tentang Kress, namun Melodi sudah bisa membayangkan bagaimana istimewanya Kress. Melodi tahu, tidak mudah baginya untuk dapat bertemu dengan Kress, namun untungnya Melodi berteman baik dengan sahabat Kress, yaitu Basstian. Karena Basstianlah, Melodi dapat mengetahui segala sesuatu tentang Kress, termasuk juga bertemu dengan Kress. Dilihat secara fisik, menurut Melodi, Kress bukanlah cowok yang tampan, namun kebaikan yang telah tertanam dalam hati Kress membuat dirinya mempunyai kharisma yang begitu terlihat. Dilihat dari kemampuan materi, Kress bukanlah orang yang berada, namun Kress adalah cowok yang mandiri, yang hidup dengan hasil kerja kerasnya dan bukan bantuan dari keluarganya. Dilihat dari kemampuannya, Kress adalah cowok yang sangat mahir bermain gitar, dan juga bernyanyi, karena bakat itulah, Kress memakainya untuk mencari nafkah untuk dirinya sendiri. Kehidupannya yang begitu rumit dan keras telah membuat Kress menjadi seorang yang tangguh dan mandiri. Walau sekarang Kress masih menumpang di rumah seorang sahabatnya, namun untuk setiap kebutuhan pribadinya, ia terus berjuang, bekerja keras dengan mengandalkan setiap bakat yang ia punya. Perjalanan hidup Kress itulah yang menjadi salah satu alasan mengapa Melodi menyukai Kress. Alasan lain mengapa Melodi menyukai Kress adalah karena Kress sangat menyayangi oma dan adik perempuannya. Karena Kress tidak mempunyai seorang Ibu dan Ayah, jadi orang  yang paling ia sayangi adalah Oma dan adik perempuannya. Selain itu Kress juga sangat setia kawan dengan para sahabatnya, Kress akan melakukan apapun untuk menjaga dan terus menyayangi para sahabatnya. Karena kesetiakawanan Kresslah yang membuat banyak orang menyukai dirinya.

          ‘seandainya Kress bisa kasih kotak musik teddy bear ke gue....’ harap Melodi dalam hatinya di sela – sela khayalannya. Sudah beberapa bulan kebelakang ini Melodi ingin sekali membeli sebuah kotak musik yang menyerupai snowball yang di dalamnya terdapat boneka teddy bear. Menurut Melodi, kotak musik, snow ball, dan bonek teddy bear adalah benda fovoritnya. Walaupun Melodi mempunyai uang untuk membeli kotak musik yang diinginkannya, namun Meoldi ingin sekali mendapatkannya dari Kress. Entah apa yang ada di pikiran Melodi, namun Melodi begitu yakin suatu saat nanti Kress akan memberikan kotak musik teddy bear kepada dirinya, walau Melodi tidak pernah tahu kapan Kress akan memberikannya.

***
          Hujan kemarin sore sepertinya sangat berkesan bagi Melodi sampai – sampai Melodi tertidur pulas di ranjangnya, dan tidak berkutik sedikitpun saat jam wekernya berbunyi begitu keras. 

          “melodi.. bangun sayang.. memangnya kamu nggak sekolah?” seru Ibu Melodi berusaha membangunkan anak bungsunya. 

          “hhmmm...” gumam Melodi sambil terus meringkuk di dalam selimutnya. Sang Ibu begitu sabar berusaha membangungkan Melodi, sampai akhirnya dengan sangat berat hati Melodi berusaha bangun dari ranjangnya.

          “ayo bangun sayang... sudah jam setengah enam pagi..” seru Ibunya kembali seraya menarik tangan Melodi

          Dengan setengah sadar, Melodi bangun dari ranjangnya dan langsung beranjak ke kamar mandi yang berada di samping kamarnya. Setelah membersihkan dirinya, Melodi segera bergegas berangkat ke sekolah tanpa sarapan terlebih dahulu karena sekarang jam sudah menunjukkan pukul tujuh kurang lima belas menit. Dengan terburu – buru Melodi berjalan menuju jalan raya dan menunggu bis yang menuju sekolahnya.

          Dengan nafas terengah – engah Melodi menaikki anak tangga menuju kelasnya yang berada di lantai dua gedung sebelah Utara sekolah. Sambil mencoba mengatur kembali nafasnya, tiba – tiba saja Viola, teman sekelas sekaligus teman sebangku Melodi, datang menghampiri Melodi yang baru saja duduk di bangkunya.

          “Mel... lo harus tahu satu hal...” seru Viola dengan nada agak sedikit sedih

          “ada apa Vi?” 

          “Kress Mel.. Kress udah jadian..” desah Viola. Seketika itu juga mata Melodi terbelalak, jantungnya seakan – akan di hantam oleh benda yang begitu besar, sakit sekali, dan terasa begitu sesak. Melodi tidak kuat untuk manahan tangisnya, tetesan air matapun keluar dari mata bening Melodi. Melihat temannya begitu sedih, Viola pun langsung memeluk temannya itu, dan mencoba menenangkannya.

          Butuh waktu yang cukup lama untuk Melodi menenangkan hatinya. Setelah cukup tenang, Melodi kemudian mengirimkan sebuah sms kepada Basstian, yang isinya menanyakan kepastian kalau Kress benar – benar telah berpacaran dengan seorang cewek yang selama ini Kress sukai. Namun Basstian tidak kunjung membalas sms Melodi. Melodi hanya bisa pasrah, menerima setiap keadaan yang sekarang terjadi kepadanya. Melodi sadar kalau dirinya untuk saat ini tidak bisa melakukan apa – apa, selain menunggu sampai suatu saat nanti Kress putus  dengan pacarnya. Dalam ketidakberdayaannya, Melodi tetap berharap suatu saat nanti cinta Kress dapat berbalik kepadanya, berharap suatu saat nanti Kress menyadari kalau sedari dulu ada seorang cewek yang mencintainya dengan tulus dan terus bersabar menunggunya. 

          “setiap kerja keras nggak ada yang sia – sia... kalau lo mau sabar nunggu pasti lo bakalan dapet kok...” sepenggal kalimat dari Viola itu membuat Melodi tegar menunggu Kress.

          Satu minggu telah berlalu sejak tangisan itu mereda. Tepat satu minggu, Melodi tidak sengaja bertemu dengan Kress di sebuah cafe. Di cafe itu Melodi melihat Kress yang sedang manggung bersama teman – teman band akustiknya. Mendengar alunan suara merdu Kress yang juga diiringi petikan harmonis dari senar – senar gitarnya membuat hati Melodi menjadi tenang, bukan hanya karena suara Kress dan petikan gitarnya yang membuat hati Melodi tenang, namun juga melihat sosok Kress yang dalam kondisi baik – baik saja juga telah membuat Melodi tenang. Tidak disangka setelah berbulan – bulan tidak pernah bertemu, akhirnya waktu mempertemukan Melodi kembali dengan Kress. Hanya ada perasaan gugup bercampur syukur saat bertemu dengan Kress. 

          “hai Mel!..” sapa Kress sesaat setelah ia turun dari atas panggung. Jantung Melodi yang sedari tadi berdebar – debar, kini bertambah kencang, dan tangannya pun kini menjadi sangat dingin saat Melodi menyadari kalau Kress menyapa dirinya

          “eh.. hai juga Kress..” sahut Melodi sedikit gugup

          “kok sendirian aja disini? Mending gabung sama gue, Basstian, dan temen – temen gue aja?” 

          “hhm iya nih... tapi gue nggak enak sama temen – temen lo..” 

          “nggak apa – apa... santai aja. yuk..” 

          Seruan ajakan Kress benar – benar membuat Melodi tidak dapat berkutik. Melodi hanya mengikuti setiap langkah Kress yang berjalan di depannya. Saat ini jantung Melodi berdebar tidak keruan, tangannya dingin, dan tubuhnya pun lemas. Kegugupan yang dirasakan Melodi berusaha ia tutupi namun usaha itu tidak pernah berhasil. 

          “eh ada Melodi!...” sahut Basstian sesaat Melodi sampai di tempat Basstian dan teman – temannya berkumpul

          “ayo Mel duduk...” seru Kress dengan ramah sambil mempersilahkan Melodi duduk di bangku yang letaknya persis di samping kiri Kress. 

          Setelah sedikit bercengkrama dengan Basstian, Melodi memutuskan untuk memesan makanan. Namun ada sebuah kebetulan yang terjadi, saat Melodi ingin memesan makanan, di saat yang sama Kress juga ikut memesan makanan, dan makanan yang mereka pesan sama. 

          “ciee.. kok bisa samaan gitu sih mesennya?” goda Basstian, dan diikuti oleh teman – teman Basstian yang lain. Godaan dari teman – temannya hanya ditanggapi dengan tawa oleh Kress, sedangkan Melodi hanya diam tanpa ekspresi.

          “Mel.. ekspresi lo kok datar banget sih?” tanya Basstian sambil mencoba menahan tawanya saat melihat ekspresi wajah Melodi yang begitu datar

          “gue emang kayak gini... mau diapain lagi?” jawab Melodi dengan polosnya. Jawabannya yang polos ditambah wajahnya yang tanpa ekspresi membuat Basstian dan teman – temannya tidak terkecuali Kress tertawa geli.  
 
          Senda gurau yang terjadi diantara mereka, menambah hangat suasana saat ini. Malam yang begitu dingin tidak begitu terasa karena canda dan tawa yang dihadirkan dari Basstian, Kress dan teman – temannya. Kesenangan Melodi malam ini tiba – tiba dibangunkan pada sebuah kenyataan kalau pada saat ini Kress sudah mempunyai seorang pacar, dan Melodi tersadar kalau batas kesenangannya harus dihentikan, karena semakin Melodi senang, maka akan semakin sakit hatinya. Perbincangan hangat itu harus segera diakhiri, dan betapa beruntungnya Melodi saat Kress bersedia mengantarkannya pulang sampai ke rumah. 

          Di dalam perjalanan pulang, Melodi dan Kress terlibat dalam perbincangan yang agak sedikit kaku, karena setiap Melodi di dekat Kress, Melodi pasti tidak dapat berkutik, ia hanya bisa diam tanpa ekspresi. Pada malam itu Kress menyadari bahwa Melodi dan Harfa, nama pacar Kress, mempunyai begitu banyak kesamaan. Dan Kress menyadari hanya satu hal yang membedakan kedua orang cewek tersebut, yaitu kepercayaan. Namun Kress belum menyadari sepenuhnya bahwa ada satu hal lagi yang membedakan Melodi dengan Harfa, yaitu Melodi mencintai Kress dengan tulus, sedangkan Harfa tidak pernah mencintai Kress. 

          Melodi belum tahu kalau Harfa tidak pernah memiliki rasa yang sama dengan Kress. Yang Melodi tahu hanyalah Kress sangat mencintai Harfa, dan Kress selalu berusaha untuk membuat Harfa jatuh cinta kepadanya. Seandainya saja Melodi mengetahui kenyataan yang ada, mungkin hati Melodi akan kembali bersedih. 

***

          Pertemuan malam itu begitu berkesan di hati Melodi. Setiap hari, pikirannya terus diingatkan oleh setiap kenangan yang terjadi pada malam itu. Di dalam hatinya, Melodi terus berharap agar suatu saat nanti, memori itu akan terulang kembali menjadi lebih indah dari yang sebelumnya. 

          Bulan demi bulan telah berlalu. Dengan penuh kesabaran Melodi terus menunggu Kress. Sampai kepada akhirnya segala penantian Melodi berbuah manis. Tepat tiga bulan Kress dan Harfa berpacaran, akhirnya Harfa memutuskan hubungannya dengan Kress. Dengan lapang dada Kress menerima setiap keputusan yang diambil Harfa, walau terasa perih, namun Kress mengerti, cintanya kepada Harfa tidak akan pernah terbalaskan. Kabar ini begitu cepat terdengar, dan akhirnya sampai ke telinga Melodi. Saat Melodi mendengar kabar tersebut, hati Melodi terasa begitu lega dan bahagia. Akhirnya segala air mata dan penantiannya hampir saja berakhir. Namun masih ada banyak tahapan yang harus dijalani Melodi hingga pada akhirnya ia dapat mendapatkan Kress. Melodi harus berusaha sabar kembali untuk membiarkan Kress menyendiri paska putusnya hubungan Kress dengan Harfa. 

Di saat – saat Melodi membiarkan Kress menyendiri, tiba – tiba saja sebuah kecelakaan terjadi. Saat itu Melodi ingin melihat penampilan Kress di sebuah cafe, saat Melodi ingin menyebrang tiba – tiba saja ada sebuah mobil sedan yang melaju dengan kecepatan tinggi dari arah yang berlawanan yang langsung menabrak Melodi dan mengehempaskan Melodi sejauh sepuluh meter dari tempat tabrakan. Tabrakan hebat itu membuat Melodi tidak sadarkan diri selama hampir dua bulan. Benturan yang cukup parah di bagian kepala Melodi yang menyebabkan Melodi tidak kunjung sadarkan diri. 

Semua teman – teman Melodi turut berduka atas kecelakaan yang dialami Melodi, tidak terkecuali Kress. Sesaat setelah Basstian mengetahui kecelakaan yang dialami oleh Melodi, Basstian segera memberitahukannya kepada Kress.

“Kress... Melodi kena kecelakaan saat dia mau nonton lo manggung..” tutur Basstian sehari setelah Melodi mengalami kecelakaan. 

“ya ampun.. kok bisa? Terus keadaannya gimana?” tanya Kress panik

“ada mobil yang nabrak dia saat dia mau nyebrang ke cafe tempat lo manggung, dan sekarang kondisinya kritis.. dan lo tau sesuatu nggak?”

“sesuatu apa?” tanya Kress bingung

“sebenernya dari dulu mungkin udah satu tahun kebelakang Melodi suka sama lo, tapi saat dia tau kalau lo jadian sama Harfa, dia berhenti ngedeketin lo, tapi dia tetep nungguin lo. Dan lo harus tahu kalau dia tulus banget suka sama lo. Buktinya, dia selalu ngedoain lo, dia selalu tanya kondisi lo ke gue, dia selalu ingetin gue supaya gue ngingetin lo untuk ibadah, walau dia diem setiap ketemu lo, tapi sebenernya dia sering merhatiin lo.”
Kress tampak tersentak kaget setelah mendengar penjelasan dari Basstian. Kress tidak menyangka kalau ada seseorang yang begitu tulus mencintai dan memerhatikannya. Kress hanya tahu kalau Melodi menyukainya, namun Kress tidak pernah berpikir kalau Melodi begitu mencintainya.

“apa lo serius? Apa dia bener – bener nungguin gue? doain gue? dan pehatiin gue? segitunya kah dia?” Kress masih tidak percaya dengan kenyataan ini. Kress baru pertama kali menemukan seorang cewek yang benar – benar menyukainya seperti Melodi.

“gue serius.. Melodi sendiri yang cerita ke gue. dan lo juga harus tahu, kalau Melodi juga bisa ngerasain sedih saat gue bilang kalau cinta lo nggak dibales sama Harfa..”

Sejak mendengar penjelasan dari Basstian, hati Kress tiba – tiba luluh seketika, bukan karena perasaan kasihan, namun karena ketulusan cinta Melodi untukknya. Ketulusan cinta Melodi akhirnya mengubah sikap Kress yang tadi berusaha untuk terus menghindar dari Melodi menjadi begitu perhatian dengan Melodi. Hampir tiga minggu sekali, Kress pasti menjenguk Melodi yang terbaring tidak sadarkan diri di tempat tidur. Saat awal Kress menjenguk Melodi, air mata Kress tidak terhankan saat melihat wajah Melodi sambil mengingat setiap perhatian Melodi dulu kepadanya. 

“makasih ya Mel buat setiap doa lo, dan perhatian lo ke gue... maaf banget kalau selama ini gue nggak peka, maaf kalau selama ini gue ngehindar dari lo karena dulu gue masih sayang banget sama Harfa, tapi kalau sekarang perasaan itu udah hilang cepet banget, mungkin karena ada lo.. cepet bangun ya Mel.. gue mau lo perhatiin lagi, gue mau liat wajah lo yang nggak berekspresi lagi, gue mau denger jawaban – jawaban polos lo. Sekarang gue yang gantiin doain lo loh.. gue berdoa semoga lo cepet bangun...” bisik Kress saat satu bulan tepat Melodi koma di rumah sakit. 

Semakin hari, Kress mulai lebih sering menjenguk Melodi. Mulai dari sekedar membawakan bunga, sampai membawa gitar dan menyanyikan sebuah lagu untuk Melodi di setiap kunjungannya, dan berharap Melodi cepat sadar.

“Mel.. gue harus ngapain lagi supaya lo cepet bangun?” tanya Kress sesaat setelah ia menyanyikan lagu Dia dari sammy simorangkir

“lo harus bawain kotak musik...” sahut kakak Melodi yang sedari tadi berdiri di depan pintu kamar perawatan. Kress langsung menoleh ke arah kakak Melodi dengan ekspresi bingung

“kotak musik?” tanya Kress bingung

“iya kotak musik.. kemarin gue baca diarynya, dan dia pernah nulis kalau dia kepengen banget dapet kotak musik teddy bear dari lo...” 

Setelah mendapat saran dari kakak Melodi, Kress segera menghubungi Basstian untuk membantunya mencari kotak musik teddy bear yang diinginkan Melodi. Hari pertama pencarian, Kress belum menemukannya, hari kedua, sampai hari keempat, Kress belum juga menemukannya. Sampai pada hari yang ketujuh, akhirnya kotak musik teddy bear yang diinginkan Melodi dapat ditemukan. Segera Kress membelinya dan langsung membawanya ke hadapan Melodi.

“Mel!.. liat gue bawa apa? liat nih gue bawa kotak musik teddy bear yang lo mau... lo mau yang ngasih kotak musik teddy bear ini gue kan? Nih gue kasih kotak musik teddy bearnya buat lo... lo seneng nggak?” 

Sebuah keajaiban terjadi, Melodi mendengar pertanyaan Kress, dan Melodi akhirnya menandakan sebuah pemulihan, jari tangannya bergerak menanggapi pertanyaan Kress. Saat Kress menyadari hal tersebut, Kress segera memanggil Ibunda Melodi yang sedang duduk di salah satu sofa dekat tempat tidur Melodi

“tante! Jari tangan Melodi bergerak!” sahut Kress senang, mendengar sahutan Kress, Ibunda Melodi pun segera bangkit dari tempat duduknya dan langsung memanggil dokter yang menangani Melodi

“apa yang terjadi?” tanya dokter yang menangani Melodi sesaat setelah ia sampai di kamar perawatan

“tadi saat saya bilang ke Melodi kalau saya baru saja membeli kotak musik teddy bear yang dia mau, jari tangannya langsung bergerak dok..”

“okey.. coba kamu putar kotak musiknya” perintah sang dokter kepada Kress. Tidak lama setelah kotak musik itu berhenti berbunyi, Melodi kembali memerlihatkan tanda – tanda pemulihannya. Setelah itu dokter menyuruh Kress untuk setiap hari memutarkan kotak musik kepada Melodi.

Hampir dua minggu Kress setiap hari memutarkan kotak musiknya untuk Melodi. Dan setiap harinya Melodi terus menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Sampai suatu hari, kedua mata yang sempat terpejam itu kembali terbuka.

“Melodi?” seru Kress sesaat setelah ia melihat kedua mata Melodi terbuka. Saat kedua mata itu kembali terbuka, semua orang termasuk Kress merasakan kesenangan yang luar biasa. 

Setelah sadar dari komanya, Melodi menjalankan beberapa terapi untuk pemulihan kondisi tubuhnya. Di setiap terapi pasti Kress selalu menemani Melodi. Pada awalnya Melodi kaget saat melihat Kress yang begitu perhatian kepadanya, namun sekarang semuanya terasa begitu indah. Doa dan perhatian Kress membuat pemulihan Melodi berjalan lebih cepat. 

Saat kondisi Melodi benar – benar pulih, keajaiban cinta pun terjadi, masa penantian Melodi selama ini akhirnya benar – benar telah berakhir. Saat Kress mengajak Melodi untuk menemaninya tampil di sebuah cafe, di sana lah Kress menyatakan cintanya kepada Melodi

“dulu memang tidak pernah Aku sadari kalau ada seorang cewek yang sedang menungguku. Dulu Aku tidak pernah sadar kalau ada cinta yang selalu mendoakan dan memerhatikanku. Tapi sekarang Aku sadar, kalau ada cinta yang tulus sedang menantiku. Makasih banyak untuk setiap doamu, makasih banyak untuk setiap perhatianmu... maafin Aku atas setiap air matamu yang menetes setiap memikirkanku.. Aku janji Aku akan menjadi yang terbaik untukmu.. Melodi Alisya apa kamu mau jadi pacar terbaikku?”

Setiap perkataan yang dituturkan oleh Kress membuat Melodi tidak kuat menahan tangis. Melodi tidak dapat berkata – kata, karena ia terlalu senang. Melodi benar – benar bersyukur karena setiap perjuangannya menunggu Kress tidak sia – sia. Melodi hanya bisa menganggukkan kepalanya tanda ia mau menjadi pacar Kress. Melihat jawban dari Melodi, Kress segera turun dari panggung dan berjalan mendekati Melodi. Melodi dan Kress berdiri berhadapan, dengan tangan kanannya Kress menghapus setiap tetesan air mata yang jatuh di pipi Melodi.

“jangan nangsi lagi ya... ini hadiah buat kamu..” Kress mencoba menenangkan Melodi, kemudian memberikan sebuah kotak musik teddy bear kepadanya

“kota musik ini yang buat kamu sadar...” sambung Kress

“karena kamu dan kotak musik ini yang buat Aku sadar.. makasih ya...” Melodi mengambil kotak musik itu dan langsung memeluk Kress dengan eratnya

“kamu adalah yang pertama... dan Aku mau kamu juga yang terakhir buat Aku...” bisik Melodi dengan lirih

“pasti... love you..”

“love you too...”

Akhirnya perjuangan cinta Melodi tidak berakhir sia – sia. Walau terkadang Melodi jatuh bangun untuk tetap sabar dan setia menunggu Kress, namun pada akhirnya setiap kesabaran dan kesetiaan pasti berbuah manis. Karena setiap ketulusan Melodi telah membuat Kress sadar akan arti sebuah ketulusan, pengorbanan, dan perjuangan cinta.






TAMAT....




Tidak ada komentar:

Posting Komentar