Kotak
Musik Melodi
Karya:
Synthia Goldri
‘Bumi
sekarang sedang menangis’, itulah kata – kata yang selalu keluar dari mulut
Melodi. Sambil terus memandangi halaman rumahnya yang dibasahi air hujan,
Melodi tidak bosan – bosannya memutar kotak musik kesayangannya. Sesekali
Melodi memejamkan matanya, menghirup nafas dalam – dalam, dan menghelanya
pelan- pelan, hanya sekadar untuk menghayati setiap alunan yang dilantunkan
oleh kotak musik itu. Sambil menghirup udara yang ada di sekeliling kamarnya,
Melodi dapat merasakan bau tanah yang basah terkena air, dan saat – saat
seperti inilah yang sangat disukai Melodi.
“heeemm...
bau tanah yang basah....” bisik Melodi sambil memejamkan matanya.
Hujan,
udara sejuk, bau tanah yang basah, duduk menghadap ke jendela, sambil mendengar
alunan melodi dari kotak musik adalah hal yang paling Melodi sukai.
Dikesendiriannya, imajinasi Melodi melayang – layang, terbang setinggi mungkin,
melambungkan angan yang tidak bertepi,
dan semua imajinasi dan angan itu hanya tertuju kepada satu sosok, yaitu
Kressando.
Kressando,
sosok cowok satu ini sudah memikat hati Melodi sejak satu tahun yang lalu. Saat
pertama kali Melodi mendengar kisah hidup Kress, nama panggilan Kressando, hati
Melodi menjaddi luluh dan tersentuh. Walau selama ini Melodi hanya mendengar
cerita tentang Kress, namun Melodi sudah bisa membayangkan bagaimana
istimewanya Kress. Melodi tahu, tidak mudah baginya untuk dapat bertemu dengan
Kress, namun untungnya Melodi berteman baik dengan sahabat Kress, yaitu Basstian.
Karena Basstianlah, Melodi dapat mengetahui segala sesuatu tentang Kress,
termasuk juga bertemu dengan Kress. Dilihat secara fisik, menurut Melodi, Kress
bukanlah cowok yang tampan, namun kebaikan yang telah tertanam dalam hati Kress
membuat dirinya mempunyai kharisma yang begitu terlihat. Dilihat dari kemampuan
materi, Kress bukanlah orang yang berada, namun Kress adalah cowok yang
mandiri, yang hidup dengan hasil kerja kerasnya dan bukan bantuan dari
keluarganya. Dilihat dari kemampuannya, Kress adalah cowok yang sangat mahir
bermain gitar, dan juga bernyanyi, karena bakat itulah, Kress memakainya untuk
mencari nafkah untuk dirinya sendiri. Kehidupannya yang begitu rumit dan keras
telah membuat Kress menjadi seorang yang tangguh dan mandiri. Walau sekarang
Kress masih menumpang di rumah seorang sahabatnya, namun untuk setiap kebutuhan
pribadinya, ia terus berjuang, bekerja keras dengan mengandalkan setiap bakat
yang ia punya. Perjalanan hidup Kress itulah yang menjadi salah satu alasan
mengapa Melodi menyukai Kress. Alasan lain mengapa Melodi menyukai Kress adalah
karena Kress sangat menyayangi oma dan adik perempuannya. Karena Kress tidak
mempunyai seorang Ibu dan Ayah, jadi orang
yang paling ia sayangi adalah Oma dan adik perempuannya. Selain itu Kress
juga sangat setia kawan dengan para sahabatnya, Kress akan melakukan apapun
untuk menjaga dan terus menyayangi para sahabatnya. Karena kesetiakawanan
Kresslah yang membuat banyak orang menyukai dirinya.
‘seandainya
Kress bisa kasih kotak musik teddy bear ke gue....’ harap Melodi dalam hatinya
di sela – sela khayalannya. Sudah beberapa bulan kebelakang ini Melodi ingin
sekali membeli sebuah kotak musik yang menyerupai snowball yang di dalamnya
terdapat boneka teddy bear. Menurut Melodi, kotak musik, snow ball, dan bonek
teddy bear adalah benda fovoritnya. Walaupun Melodi mempunyai uang untuk
membeli kotak musik yang diinginkannya, namun Meoldi ingin sekali
mendapatkannya dari Kress. Entah apa yang ada di pikiran Melodi, namun Melodi
begitu yakin suatu saat nanti Kress akan memberikan kotak musik teddy bear
kepada dirinya, walau Melodi tidak pernah tahu kapan Kress akan memberikannya.
***
Hujan
kemarin sore sepertinya sangat berkesan bagi Melodi sampai – sampai Melodi
tertidur pulas di ranjangnya, dan tidak berkutik sedikitpun saat jam wekernya
berbunyi begitu keras.
“melodi..
bangun sayang.. memangnya kamu nggak sekolah?” seru Ibu Melodi berusaha
membangunkan anak bungsunya.
“hhmmm...”
gumam Melodi sambil terus meringkuk di dalam selimutnya. Sang Ibu begitu sabar
berusaha membangungkan Melodi, sampai akhirnya dengan sangat berat hati Melodi
berusaha bangun dari ranjangnya.
“ayo
bangun sayang... sudah jam setengah enam pagi..” seru Ibunya kembali seraya
menarik tangan Melodi
Dengan
setengah sadar, Melodi bangun dari ranjangnya dan langsung beranjak ke kamar
mandi yang berada di samping kamarnya. Setelah membersihkan dirinya, Melodi
segera bergegas berangkat ke sekolah tanpa sarapan terlebih dahulu karena
sekarang jam sudah menunjukkan pukul tujuh kurang lima belas menit. Dengan
terburu – buru Melodi berjalan menuju jalan raya dan menunggu bis yang menuju
sekolahnya.
Dengan
nafas terengah – engah Melodi menaikki anak tangga menuju kelasnya yang berada
di lantai dua gedung sebelah Utara sekolah. Sambil mencoba mengatur kembali nafasnya,
tiba – tiba saja Viola, teman sekelas sekaligus teman sebangku Melodi, datang
menghampiri Melodi yang baru saja duduk di bangkunya.
“Mel...
lo harus tahu satu hal...” seru Viola dengan nada agak sedikit sedih
“ada
apa Vi?”
“Kress
Mel.. Kress udah jadian..” desah Viola. Seketika itu juga mata Melodi
terbelalak, jantungnya seakan – akan di hantam oleh benda yang begitu besar,
sakit sekali, dan terasa begitu sesak. Melodi tidak kuat untuk manahan
tangisnya, tetesan air matapun keluar dari mata bening Melodi. Melihat temannya
begitu sedih, Viola pun langsung memeluk temannya itu, dan mencoba
menenangkannya.
Butuh
waktu yang cukup lama untuk Melodi menenangkan hatinya. Setelah cukup tenang,
Melodi kemudian mengirimkan sebuah sms kepada Basstian, yang isinya menanyakan
kepastian kalau Kress benar – benar telah berpacaran dengan seorang cewek yang
selama ini Kress sukai. Namun Basstian tidak kunjung membalas sms Melodi.
Melodi hanya bisa pasrah, menerima setiap keadaan yang sekarang terjadi
kepadanya. Melodi sadar kalau dirinya untuk saat ini tidak bisa melakukan apa –
apa, selain menunggu sampai suatu saat nanti Kress putus dengan pacarnya. Dalam ketidakberdayaannya,
Melodi tetap berharap suatu saat nanti cinta Kress dapat berbalik kepadanya,
berharap suatu saat nanti Kress menyadari kalau sedari dulu ada seorang cewek
yang mencintainya dengan tulus dan terus bersabar menunggunya.
“setiap
kerja keras nggak ada yang sia – sia... kalau lo mau sabar nunggu pasti lo
bakalan dapet kok...” sepenggal kalimat dari Viola itu membuat Melodi tegar
menunggu Kress.
Satu
minggu telah berlalu sejak tangisan itu mereda. Tepat satu minggu, Melodi tidak
sengaja bertemu dengan Kress di sebuah cafe. Di cafe itu Melodi melihat Kress
yang sedang manggung bersama teman – teman band akustiknya. Mendengar alunan
suara merdu Kress yang juga diiringi petikan harmonis dari senar – senar
gitarnya membuat hati Melodi menjadi tenang, bukan hanya karena suara Kress dan
petikan gitarnya yang membuat hati Melodi tenang, namun juga melihat sosok
Kress yang dalam kondisi baik – baik saja juga telah membuat Melodi tenang.
Tidak disangka setelah berbulan – bulan tidak pernah bertemu, akhirnya waktu
mempertemukan Melodi kembali dengan Kress. Hanya ada perasaan gugup bercampur
syukur saat bertemu dengan Kress.
“hai
Mel!..” sapa Kress sesaat setelah ia turun dari atas panggung. Jantung Melodi
yang sedari tadi berdebar – debar, kini bertambah kencang, dan tangannya pun
kini menjadi sangat dingin saat Melodi menyadari kalau Kress menyapa dirinya
“eh..
hai juga Kress..” sahut Melodi sedikit gugup
“kok
sendirian aja disini? Mending gabung sama gue, Basstian, dan temen – temen gue
aja?”
“hhm
iya nih... tapi gue nggak enak sama temen – temen lo..”
“nggak
apa – apa... santai aja. yuk..”
Seruan
ajakan Kress benar – benar membuat Melodi tidak dapat berkutik. Melodi hanya
mengikuti setiap langkah Kress yang berjalan di depannya. Saat ini jantung
Melodi berdebar tidak keruan, tangannya dingin, dan tubuhnya pun lemas.
Kegugupan yang dirasakan Melodi berusaha ia tutupi namun usaha itu tidak pernah
berhasil.
“eh
ada Melodi!...” sahut Basstian sesaat Melodi sampai di tempat Basstian dan
teman – temannya berkumpul
“ayo
Mel duduk...” seru Kress dengan ramah sambil mempersilahkan Melodi duduk di
bangku yang letaknya persis di samping kiri Kress.
Setelah
sedikit bercengkrama dengan Basstian, Melodi memutuskan untuk memesan makanan.
Namun ada sebuah kebetulan yang terjadi, saat Melodi ingin memesan makanan, di
saat yang sama Kress juga ikut memesan makanan, dan makanan yang mereka pesan
sama.
“ciee..
kok bisa samaan gitu sih mesennya?” goda Basstian, dan diikuti oleh teman –
teman Basstian yang lain. Godaan dari teman – temannya hanya ditanggapi dengan
tawa oleh Kress, sedangkan Melodi hanya diam tanpa ekspresi.
“Mel..
ekspresi lo kok datar banget sih?” tanya Basstian sambil mencoba menahan
tawanya saat melihat ekspresi wajah Melodi yang begitu datar
“gue
emang kayak gini... mau diapain lagi?” jawab Melodi dengan polosnya. Jawabannya
yang polos ditambah wajahnya yang tanpa ekspresi membuat Basstian dan teman –
temannya tidak terkecuali Kress tertawa geli.
Senda
gurau yang terjadi diantara mereka, menambah hangat suasana saat ini. Malam
yang begitu dingin tidak begitu terasa karena canda dan tawa yang dihadirkan
dari Basstian, Kress dan teman – temannya. Kesenangan Melodi malam ini tiba –
tiba dibangunkan pada sebuah kenyataan kalau pada saat ini Kress sudah
mempunyai seorang pacar, dan Melodi tersadar kalau batas kesenangannya harus
dihentikan, karena semakin Melodi senang, maka akan semakin sakit hatinya.
Perbincangan hangat itu harus segera diakhiri, dan betapa beruntungnya Melodi
saat Kress bersedia mengantarkannya pulang sampai ke rumah.
Di
dalam perjalanan pulang, Melodi dan Kress terlibat dalam perbincangan yang agak
sedikit kaku, karena setiap Melodi di dekat Kress, Melodi pasti tidak dapat
berkutik, ia hanya bisa diam tanpa ekspresi. Pada malam itu Kress menyadari
bahwa Melodi dan Harfa, nama pacar Kress, mempunyai begitu banyak kesamaan. Dan
Kress menyadari hanya satu hal yang membedakan kedua orang cewek tersebut,
yaitu kepercayaan. Namun Kress belum menyadari sepenuhnya bahwa ada satu hal
lagi yang membedakan Melodi dengan Harfa, yaitu Melodi mencintai Kress dengan
tulus, sedangkan Harfa tidak pernah mencintai Kress.
Melodi
belum tahu kalau Harfa tidak pernah memiliki rasa yang sama dengan Kress. Yang
Melodi tahu hanyalah Kress sangat mencintai Harfa, dan Kress selalu berusaha
untuk membuat Harfa jatuh cinta kepadanya. Seandainya saja Melodi mengetahui
kenyataan yang ada, mungkin hati Melodi akan kembali bersedih.
***
Pertemuan
malam itu begitu berkesan di hati Melodi. Setiap hari, pikirannya terus
diingatkan oleh setiap kenangan yang terjadi pada malam itu. Di dalam hatinya,
Melodi terus berharap agar suatu saat nanti, memori itu akan terulang kembali
menjadi lebih indah dari yang sebelumnya.
Bulan
demi bulan telah berlalu. Dengan penuh kesabaran Melodi terus menunggu Kress.
Sampai kepada akhirnya segala penantian Melodi berbuah manis. Tepat tiga bulan
Kress dan Harfa berpacaran, akhirnya Harfa memutuskan hubungannya dengan Kress.
Dengan lapang dada Kress menerima setiap keputusan yang diambil Harfa, walau
terasa perih, namun Kress mengerti, cintanya kepada Harfa tidak akan pernah
terbalaskan. Kabar ini begitu cepat terdengar, dan akhirnya sampai ke telinga
Melodi. Saat Melodi mendengar kabar tersebut, hati Melodi terasa begitu lega
dan bahagia. Akhirnya segala air mata dan penantiannya hampir saja berakhir.
Namun masih ada banyak tahapan yang harus dijalani Melodi hingga pada akhirnya ia
dapat mendapatkan Kress. Melodi harus berusaha sabar kembali untuk membiarkan
Kress menyendiri paska putusnya hubungan Kress dengan Harfa.
Di saat –
saat Melodi membiarkan Kress menyendiri, tiba – tiba saja sebuah kecelakaan
terjadi. Saat itu Melodi ingin melihat penampilan Kress di sebuah cafe, saat
Melodi ingin menyebrang tiba – tiba saja ada sebuah mobil sedan yang melaju
dengan kecepatan tinggi dari arah yang berlawanan yang langsung menabrak Melodi
dan mengehempaskan Melodi sejauh sepuluh meter dari tempat tabrakan. Tabrakan
hebat itu membuat Melodi tidak sadarkan diri selama hampir dua bulan. Benturan
yang cukup parah di bagian kepala Melodi yang menyebabkan Melodi tidak kunjung
sadarkan diri.
Semua
teman – teman Melodi turut berduka atas kecelakaan yang dialami Melodi, tidak
terkecuali Kress. Sesaat setelah Basstian mengetahui kecelakaan yang dialami
oleh Melodi, Basstian segera memberitahukannya kepada Kress.
“Kress...
Melodi kena kecelakaan saat dia mau nonton lo manggung..” tutur Basstian sehari
setelah Melodi mengalami kecelakaan.
“ya
ampun.. kok bisa? Terus keadaannya gimana?” tanya Kress panik
“ada
mobil yang nabrak dia saat dia mau nyebrang ke cafe tempat lo manggung, dan
sekarang kondisinya kritis.. dan lo tau sesuatu nggak?”
“sesuatu
apa?” tanya Kress bingung
“sebenernya
dari dulu mungkin udah satu tahun kebelakang Melodi suka sama lo, tapi saat dia
tau kalau lo jadian sama Harfa, dia berhenti ngedeketin lo, tapi dia tetep
nungguin lo. Dan lo harus tahu kalau dia tulus banget suka sama lo. Buktinya,
dia selalu ngedoain lo, dia selalu tanya kondisi lo ke gue, dia selalu ingetin
gue supaya gue ngingetin lo untuk ibadah, walau dia diem setiap ketemu lo, tapi
sebenernya dia sering merhatiin lo.”
Kress
tampak tersentak kaget setelah mendengar penjelasan dari Basstian. Kress tidak
menyangka kalau ada seseorang yang begitu tulus mencintai dan memerhatikannya.
Kress hanya tahu kalau Melodi menyukainya, namun Kress tidak pernah berpikir
kalau Melodi begitu mencintainya.
“apa lo
serius? Apa dia bener – bener nungguin gue? doain gue? dan pehatiin gue?
segitunya kah dia?” Kress masih tidak percaya dengan kenyataan ini. Kress baru
pertama kali menemukan seorang cewek yang benar – benar menyukainya seperti
Melodi.
“gue
serius.. Melodi sendiri yang cerita ke gue. dan lo juga harus tahu, kalau Melodi juga bisa ngerasain sedih saat gue bilang kalau cinta lo nggak dibales
sama Harfa..”
Sejak
mendengar penjelasan dari Basstian, hati Kress tiba – tiba luluh seketika,
bukan karena perasaan kasihan, namun karena ketulusan cinta Melodi untukknya.
Ketulusan cinta Melodi akhirnya mengubah sikap Kress yang tadi berusaha untuk
terus menghindar dari Melodi menjadi begitu perhatian dengan Melodi. Hampir
tiga minggu sekali, Kress pasti menjenguk Melodi yang terbaring tidak sadarkan
diri di tempat tidur. Saat awal Kress menjenguk Melodi, air mata Kress tidak
terhankan saat melihat wajah Melodi sambil mengingat setiap perhatian Melodi
dulu kepadanya.
“makasih
ya Mel buat setiap doa lo, dan perhatian lo ke gue... maaf banget kalau selama
ini gue nggak peka, maaf kalau selama ini gue ngehindar dari lo karena dulu gue
masih sayang banget sama Harfa, tapi kalau sekarang perasaan itu udah hilang
cepet banget, mungkin karena ada lo.. cepet bangun ya Mel.. gue mau lo
perhatiin lagi, gue mau liat wajah lo yang nggak berekspresi lagi, gue mau
denger jawaban – jawaban polos lo. Sekarang gue yang gantiin doain lo loh.. gue
berdoa semoga lo cepet bangun...” bisik Kress saat satu bulan tepat Melodi koma
di rumah sakit.
Semakin
hari, Kress mulai lebih sering menjenguk Melodi. Mulai dari sekedar membawakan
bunga, sampai membawa gitar dan menyanyikan sebuah lagu untuk Melodi di setiap
kunjungannya, dan berharap Melodi cepat sadar.
“Mel..
gue harus ngapain lagi supaya lo cepet bangun?” tanya Kress sesaat setelah ia
menyanyikan lagu Dia dari sammy simorangkir
“lo harus
bawain kotak musik...” sahut kakak Melodi yang sedari tadi berdiri di depan
pintu kamar perawatan. Kress langsung menoleh ke arah kakak Melodi dengan
ekspresi bingung
“kotak
musik?” tanya Kress bingung
“iya
kotak musik.. kemarin gue baca diarynya, dan dia pernah nulis kalau dia
kepengen banget dapet kotak musik teddy bear dari lo...”
Setelah
mendapat saran dari kakak Melodi, Kress segera menghubungi Basstian untuk
membantunya mencari kotak musik teddy bear yang diinginkan Melodi. Hari pertama
pencarian, Kress belum menemukannya, hari kedua, sampai hari keempat, Kress belum
juga menemukannya. Sampai pada hari yang ketujuh, akhirnya kotak musik teddy
bear yang diinginkan Melodi dapat ditemukan. Segera Kress membelinya dan
langsung membawanya ke hadapan Melodi.
“Mel!..
liat gue bawa apa? liat nih gue bawa kotak musik teddy bear yang lo mau... lo
mau yang ngasih kotak musik teddy bear ini gue kan? Nih gue kasih kotak musik
teddy bearnya buat lo... lo seneng nggak?”
Sebuah
keajaiban terjadi, Melodi mendengar pertanyaan Kress, dan Melodi akhirnya
menandakan sebuah pemulihan, jari tangannya bergerak menanggapi pertanyaan
Kress. Saat Kress menyadari hal tersebut, Kress segera memanggil Ibunda Melodi
yang sedang duduk di salah satu sofa dekat tempat tidur Melodi
“tante!
Jari tangan Melodi bergerak!” sahut Kress senang, mendengar sahutan Kress,
Ibunda Melodi pun segera bangkit dari tempat duduknya dan langsung memanggil
dokter yang menangani Melodi
“apa yang
terjadi?” tanya dokter yang menangani Melodi sesaat setelah ia sampai di kamar
perawatan
“tadi
saat saya bilang ke Melodi kalau saya baru saja membeli kotak musik teddy bear
yang dia mau, jari tangannya langsung bergerak dok..”
“okey..
coba kamu putar kotak musiknya” perintah sang dokter kepada Kress. Tidak lama
setelah kotak musik itu berhenti berbunyi, Melodi kembali memerlihatkan tanda –
tanda pemulihannya. Setelah itu dokter menyuruh Kress untuk setiap hari
memutarkan kotak musik kepada Melodi.
Hampir
dua minggu Kress setiap hari memutarkan kotak musiknya untuk Melodi. Dan setiap
harinya Melodi terus menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Sampai
suatu hari, kedua mata yang sempat terpejam itu kembali terbuka.
“Melodi?”
seru Kress sesaat setelah ia melihat kedua mata Melodi terbuka. Saat kedua mata
itu kembali terbuka, semua orang termasuk Kress merasakan kesenangan yang luar
biasa.
Setelah
sadar dari komanya, Melodi menjalankan beberapa terapi untuk pemulihan kondisi
tubuhnya. Di setiap terapi pasti Kress selalu menemani Melodi. Pada awalnya
Melodi kaget saat melihat Kress yang begitu perhatian kepadanya, namun sekarang
semuanya terasa begitu indah. Doa dan perhatian Kress membuat pemulihan Melodi
berjalan lebih cepat.
Saat
kondisi Melodi benar – benar pulih, keajaiban cinta pun terjadi, masa penantian
Melodi selama ini akhirnya benar – benar telah berakhir. Saat Kress mengajak
Melodi untuk menemaninya tampil di sebuah cafe, di sana lah Kress menyatakan
cintanya kepada Melodi
“dulu
memang tidak pernah Aku sadari kalau ada seorang cewek yang sedang menungguku.
Dulu Aku tidak pernah sadar kalau ada cinta yang selalu mendoakan dan
memerhatikanku. Tapi sekarang Aku sadar, kalau ada cinta yang tulus sedang
menantiku. Makasih banyak untuk setiap doamu, makasih banyak untuk setiap
perhatianmu... maafin Aku atas setiap air matamu yang menetes setiap
memikirkanku.. Aku janji Aku akan menjadi yang terbaik untukmu.. Melodi Alisya
apa kamu mau jadi pacar terbaikku?”
Setiap
perkataan yang dituturkan oleh Kress membuat Melodi tidak kuat menahan tangis.
Melodi tidak dapat berkata – kata, karena ia terlalu senang. Melodi benar –
benar bersyukur karena setiap perjuangannya menunggu Kress tidak sia – sia.
Melodi hanya bisa menganggukkan kepalanya tanda ia mau menjadi pacar Kress.
Melihat jawban dari Melodi, Kress segera turun dari panggung dan berjalan
mendekati Melodi. Melodi dan Kress berdiri berhadapan, dengan tangan kanannya
Kress menghapus setiap tetesan air mata yang jatuh di pipi Melodi.
“jangan
nangsi lagi ya... ini hadiah buat kamu..” Kress mencoba menenangkan Melodi,
kemudian memberikan sebuah kotak musik teddy bear kepadanya
“kota
musik ini yang buat kamu sadar...” sambung Kress
“karena
kamu dan kotak musik ini yang buat Aku sadar.. makasih ya...” Melodi mengambil
kotak musik itu dan langsung memeluk Kress dengan eratnya
“kamu
adalah yang pertama... dan Aku mau kamu juga yang terakhir buat Aku...” bisik
Melodi dengan lirih
“pasti...
love you..”
“love you
too...”
Akhirnya
perjuangan cinta Melodi tidak berakhir sia – sia. Walau terkadang Melodi jatuh
bangun untuk tetap sabar dan setia menunggu Kress, namun pada akhirnya setiap kesabaran
dan kesetiaan pasti berbuah manis. Karena setiap ketulusan Melodi telah membuat
Kress sadar akan arti sebuah ketulusan, pengorbanan, dan perjuangan cinta.
TAMAT....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar