about me

Foto saya
Just an ordinary girl who loves cooking, music, writing, and fashion. Dream, dream, dream!!

Selasa, 26 Juni 2012

It's all about me!

Hai! Kenalin nama gue Renata Ayu Wijaya, panggil aja gue Rena! Umur gue baru enam belas tahun, masih muda kan? Hehe. Sekarang gue duduk di kelas 11 atau 2 di SMA Bhineka. Kalau dilihat secara fisik gue itu lumayan tinggi sekitar 167 cm, kulit gue itu kuning langsat, mata agak sipit hitam kecoklatan, rambut hitam panjang, dan hidung yang nggak pesek – pesek bangetlah. Hobi gue itu main piano kalau lagi nggak ada inspirasi, nonton TV kalau lagi nggak ada kerjaan, masak kalau lagi nggak ada makanan, main hp kalau lagi nggak ada yang sms, dan dengerin lagu kalau lagi nggak ada koran , majalah, atau buku yang bisa dibaca. Keluarga gue, dan temen – temen gue bilang kalau gue itu anak yang baik, penurut, pinter, bertanggung jawab, tapi  mereka juga bilang kalau gue itu cewek yang jutek dan cuek banget. Padahal menurut gue, sikap gue yang jutek dan cuek kayak gitu gue tunjukin karena ada alesannya, semuanya ada sangkut pautnya sama masa lalu gue di smp. Walaupun gue dibilang sebagai anak yang cuek, tapi gue nggak cuek loh sama fashion, gue termasuk salah satu cewek yang fashionista tapi fashionnya yang sesuai sama kepribadian gue. gue nggak mau terlalu ikut – ikutan sama perkembangan fashion, karena menurut gue kalau gue ngikutin perkembangannya pasti gue harus punya semua barang – barangnya, kalo kejadiannya udah kayak gitu, bisa – bisa gue jadi shopaholic, dan semua barang numpuk di lemari gue dan belum  tentu semua barang gue pake. Maka dari itu setiap gue  beli baju, atau aksesoris yang lagi in pasti gue Cuma beli satu atau dua pasang, selebihnya baju – baju lama gue ya gue mix and macth.

Gue punya satu abang dan satu kakak. Nama abang gue Gamaliel Saputra Wijaya, dan nama kakak gue Aulia Siska Wijaya. Abang gue adalah anak tertua dari keluarga gue, umurnya udah 23 tahun tapi masih jomblo, hehe, sekarang dia lagi kerja di perusahaan minyak milik swasta luar negeri. Abang gue satu – satunya ini baik banget, dia suka manjain gue dengan beliin berbagai hal yang gue suka selama itu masih wajar dan selama dia masih punya uang. Beda lagi dengan kakak gue, cewek satu ini jarang banget kasih gue perhatian lebih, kerjaannya cuma ngurusin dirinya sendiri, sampe adiknya sendiri terlupakan. Kakak gue sekarang lagi kuliah di salah satu Universitas Negeri terkemuka di Yogyakarta, perbedaan umur gue sama dia itu hampir 4 tahun, karena perbedaan umur yang cukup jauh dan juga tempat tinggal gue dan dia  jauh banget membuat gue dan kakak gue ini jarang ketemu makanya kakak gue nggak bisa seperhatian abang gue.

Oh ya, gue juga mau kenalin nih orang tua gue yang tercinta, nama Ibu gue Anastasya Caroline, dan nama Ayah gue David Wijaya. Ibu gue bekerja sebagai pengusaha bakery, tokonya ada di sebelah rumah gue jadi kalau mau memantau tinggal jalan kaki ke sebelah sedangkan pabrik rotinya ya ada di rumah gue tepatnya di ruang bawah tanah rumah gue. Rumah gue memang dijadiin pabrik roti setelah Ibu gue memutuskan berhenti dari pekerjaannya yang sebelumnya dan beralih profesi menjadi pengusaha bakery. Sedangkan Ayah gue bekerja di perusahaan yang sama tempat abang gue bekerja, jadi singkatnya abang gue mengikuti jejak Ayah gue.

Gue beruntung banget bisa lahir, dan dibesarkan di keluarga yang berkecukupan, dan juga keluarga yang sayang banget sama gue. Gue suka sedih melihat anak – anak yang harus mengamen di pinggir jalan ibukota dan terkadang juga ada yang mengemis untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari. Gue pernah bilang ke orang tua gue, kalau gue mau ngerayain ulang tahun gue di panti asuhan atau senggaknya gue bisa bagi – bagi sembako ke orang – orang yang kekurangan. Dan harapan gue itu bisa terwujud saat gue ulang tahun yang ke 14, saat itu gue bagi – bagi sembako ke orang – orang yang tinggal di kolong jembatan. Rasanya gue mau nangis saat melihat kondisi mereka yang serba kekurangan, tapi gue berharap semoga bantuan yang gue dan keluarga gue kasih bisa berguna untuk mereka.

    Gue itu adalah anak bungsu, tapi gue anak bungsu yang mandiri dan nggak manja. Sering banget gue ditinggal pergi sama orangtua gue jalan – jalan ke luar kota atau ke luar negeri. Jadi gue harus mengambil alih semua tugas rumah, kayak masak, ngerapihin rumah, sampe jaga toko, walaupun tugas yang gue ambil nggak terlalu berat karena ada si mba yang bantuin gue. Dari hal – hal yang kayak gitu membuat gue terlatih untuk jadi anak yang mandiri, memang sih orangtua gue ngajarin gue untuk melakukan sesuatu itu sendiri dan jangan bergantung sama orang lain.

 Sebagai seorang cewek pastilah ingin bisa tampil keren dengan style yang terbaru, dan kebanyakan dari para cewek adalah memeras orang tua mereka untuk membelikan semua barang yang mereka mau, tapi itu beda dengan gue. Gue emang suka banget ngamatin fashion terbaru, tapi nggak mudah buat gue untuk dapetin uang dari orang tua gue, sebelumnya gue harus nabung dulu. Setiap keperluan gue, gue harus tulis itu dan buat kotak tabungannya, jadi gue punya satu tabungan buat gue beli baju dan segala aksesoris fashion, satu tabungan buat uang jajan gue, satu tabungan gue buat beli keperluan sehari – hari gue, dan satu tabungan lagi adalah buat gue kuliah nanti, jadi total kotak tabungan gue ada 4 kotak. Lumayan banyak sih, tapi kotak – kotak itu punya kepentingan masing - masing, jadi disaat gue mau beli baju baru gue langsung ambil di kotak tabungan gue yang pertama, terus kalo gue mau buku tulis gue ambil aja di kotak tabungan gue yang ketiga. Setiap bulan orangtua gue selalu kasih uang untuk gue pakai, tapi karena gue harus nabung, jadi uang bulanan yang dikasih sama orangtua gue, gue hemat – hemat banget supaya pengeluaran gue kecil, apalagi di saat – saat gue mau beli baju baru, pasti setiap hari nggak jajan dan selalu bawa bekel dari rumah. Walaupun gue suka dengan perkembangan fashion, tapi hal itu nggak membuat gue jadi cewek shopaholic kok, gue masih tahu batas – batas kewajaran saat beberlanja. Buktinya gue selalu mikir – mikir dulu sebelum gue beli sesuatu, gue selalu mikir apa barang yang gue mau beli bakalan terus gue pake atau nggak, kan sayang banget kalau barang yang udah di beli ternyata cuma di pake satu kali terus sehabis itu nggak pernah dipake lagi.

     Kata temen – temen gue, pertama gue itu adalah anak yang sangat cuek. Yang mereka maksud adalah, saat temen gue cerita gue nggak bakal ngomong apa – apa atau bereaksi yang aneh – aneh, tapi kalau mereka tanya pendapat dan reaksi gue, baru deh gue mau ngomong. Kalau zaman sekarang sih, gue termasuk orang yang nggak kepo, alias suka ikut campur urusan orang lain. Gue paling nggak suka ikut campur urusan orang lain, karena urusan gue juga banyak. Mungkin hanya dalam hal – hal tertentu aja sih gue jadi orang yang super perhatian, contohnya masalah – masalah di keluarga gue, masalah – masalah sosial dan juga lingkungan hidup. Sebagai anak muda yang baik, gue nggak bisa cuek ngeliat kesusahan di Indonesia contohnya aja orang – orang pinggiran yang tinggal di kolong jembatan atau anak – anak kecil yang terpaksa ngamen di pinggir jalan untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari mereka. Apalagi masalah lingkungan hidup, gue paling nggak tahan ngeliat orang buang sampah sembarang. Gue sering bertanya dalam hati apa mereka nggak sadar kalau sampah yang mereka buang setiap hari dan bukan pada tempatnya bakalan nimbulin musibah. Gue seneng banget bisa gue ikut dalam acara penanaman seribu pohon yang diadain oleh kantor Ayah, gue sangat bangga saat ikut menanam bibit pohon bersama dengan Ayah gue. seharusnya remaja zaman sekarang harus sadar betapa pentingnya menjaga lingkungan hidup. Karena kalau lingkungan hidup ini nggak dijaga, manusia dan mahluk hidup yang lain mau tinggal dimana?

    Karena gue dan keluarga gue sadar betapa pentingnya menjaga lingkungan hidup jadi di rumah gue terdapat halaman yang lumayan luas untuk menanam berbagai macam tanaman. Tepat di samping kamar gue adalah taman, jadi setiap pagi kamar gue sejuk banget karena hamparan rumput yang hijau serta pohon rambutan, pisang, pepaya, dan durian yang tertanam di pinggir – pinggir taman dan juga berbagai macam bunga yang tergantung rapih di tembok rumah gue membawa kesejukan setiap pagi. Di depan rumah gue, tepatnya di atas tiang pemisah antara pagar yang satu dengan pagar yang lain terdapat pot – pot bunga kamboja berbagai warna, di pinggir – pinggir taman berjejer tapih bunga mawar, melati, kamboja dan kamboja. Selain berbagai macam bunga dan buah, Ayah dan Ibu juga suka menanam sayur – sayuran contohnya saja sawi, kangkung, dan selada yang ada di kebun kecil di balkon samping rumah. Ayah dan Ibu menanam sayuran – sayuran itu di dalam media pot, karena lahan yang bisa ditanami tidak begitu luas untuk menampung semua jenis tanaman. Di depan rumah gue, tepatnya di dekat pintu masuk terdapat taman kecil juga, di sana terdapat pohon mangga, dan berbagai tanaman hias. Taman di rumah gue bukan Cuma ada dua, tai ada tiga, banyak kan? Satu taman lagi ada di dalam rumah gue. taman yang terdapat di dalam rumah gue itu terletak di pojok antara ruang keluarga dan juga ruang makan. Di pojok taman ini terdapat sebuah air terjun kecil yang dihiasi oleh batu – batuan yang alami, disekeliling taman juga terdapat berbagai macam tanaman hias, di tengah – tengah taman terdapat meja taman dan juga beberapa bangku taman yang melingkari meja tersebut, dan tidak ketinggalan lampu taman yang terletak di sudut – sudut taman yang menambah anggun taman ini.

Suasana di rumah gue yang sangat asri dan sejuk, membuat gue betah tinggal di rumah. Nggak jarang temen – temen gue suka main ke rumah gue. tempat favorit mereka adalah di taman dalam, dan kamar gue. kamar gue terletak di lantai satu, tepat di samping ruang tamu. Tema kamar gue adalah girly, jadi semua pernak pernik kamar gue itu cewek banget, warna perabotan plus wallpaper di kamar gue juga cewek banget, makanya temen – temen gue betah banget lama – lama di kamar gue walaupun Cuma tidur di tempat tidur gue yang super nyaman dan empuk banget. Tempat tidur yang berada persis di depan jendela membuat gue selalu fresh setiap bangun tidur, di samping tempat tidur gue terdapat juga meja belajar disisi kiri dan lemari baju di sebelah kanan, disebelah meja belajar terdapat kamar mandi – tempat dimana gue bisa memanjakan diri gue hehehe. Pokoknya rumah gue adalah istana gue. disitu gue mulai aktivitas dan mengakhiri aktivitas, pasti kalau pergi ke luar kota untuk jalan – jalan gue selalu keinget sama rumah gue, dan kamar gue. gue nyaman banget tinggal di rumah gue, rumah gue adalah rumah idaman gue.

    Kedua, kata temen – temen gue, gue itu orangnya super jutek. Padahal gue jutek sama orang – orang yang belum gue kenal, dan sama orang – orang yang menurut gue aneh dan nyebelin. Emang sih saat mood gue lagi jelek, temen – temen gue bisa gue jutekin juga, tapi itu nggak lama kok, Cuma satu hari nggak lebih. Sebenernya dulu gue bukan orang yang jutek, tapi karena dulu gue punya pengalaman buruk makanya sekarang berubah jadi jutek. Jujur aja nih dulu gue orangnya ramah banget, dan gampang banget percaya sama orang, tapi sekalinya percaya malah dikhianati sama temen sendiri. Gue paling nggak suka punya temen yang punya niat khusus temanan sama gue. gue lebih suka punya temen yang mau jujur tentang kesalahan dan kelemahan gue, dibanding dengan temen yang nggak suka sama gue tapi dia nggak pernah bilang dan malah nusuk gue dari belakang. Gue suka pertemanan yang transparan, pertemanan yang jujur satu sama lain, saat sesuatu yang nggak disuka langsung cerita dan bukan menyimpannya dalam hati.

    Walaupun temen – temen gue bilang kalau gue itu cuek dan jutek, tapi mereka fine – fine aja tuh berteman dengan gue. Tapi ada aja orang yang nggak bisa fine – fine aja dengan kejutekan gue, ada aja orang yang selalu kepo dengan urusan gue. itulah hidup, ada yang suka, ada yang nggak suka, ada yang sayang, ada yang benci, semuanya ada sisi positif dan negatif, hidup ini harus kita jalani di sisi positif tanpa mengabaikan sisi negatifnya. Gue mempunyai prinsip walaupun gue jutek tapi gue nggak mau nyakitin seseorang dengan kejutekkan gue, gue boleh cuek tapi perasaan care harus selalu ada di hati gue. Gue tahu dulu gue pernah disakitin sama temen gue sendiri, tapi gue nggak mau balas dendam sama mereka. Karena gue tahu usaha gue buat bales dendam ke temen – temen gue bakalan percuma, buang – buang energi. Mending ngurusin sesuatu yang lebih penting dari bales dendam, contohnya belanja.... hehe ;p

Tidak ada komentar:

Posting Komentar