Saat pertama kali bertemu, tidak ada rasa yang istimewa, malah kalau bisa dibilang aku tidak tertarik denganmu. Selang waktu yang cukup lama temanku bercerita tentang dirimu, dia berkata kalau dirinya menyukaimu, walaupun dirinya tak pernah bertemu langsung denganmu. Parasmu yang rupawan ( menurut temanku ), dan kebolehanmu bermain di lapangan hijau membuatnya tertarik kepadamu, dia menyukaimu karena dia mendengar cerita tentangmu! Saat aku mengetahui kelebihanmu, aku tetap bersikap biasa, tak ada rasa apapun.
Sebagai teman yang baik, aku ingin mencari tahu tentang dirimu melalui sahabatmu yang notabene adalah temanku juga, hanya untuk dirinya. Namun waktu tidak begitu mengijinkanku untuk mengetahui siapa dirimu yang sebenarnya.Suatu saat, temanku akhirnya menceritakan siapa dirimu yang sebenarnya. Terkejut, dan tersentuh, itu yang aku rasakan saat mendengar kisah hidupmu, entah mengapa hati ini bergetar, ada segelintir perasaan kasihan saat mendengar kisah hidupmu. Kisah hidupmu yang tidak mudah untuk dilalui oleh anak seusiamu, namun dirimu dapat melalui semuanya itu, aku takjub! Kisah cintamu dengan sosok cewek yang sangat engkau cintai, menambah takjub diriku! Kisah bagaimana dirimu yang begitu perhatian dan setia kepada teman - temanmu, hati ini akhirnya luluh! ya, pada akhirnya aku menyukai karena mendengar cerita dari temanku, sama seperti temangku yang lain! Entah bagaimana yang harus aku ucapkan, mungkin hanya terimakasih yang bisa kuucapkan kepada temanku, melalui dia, aku dapat mengenal dirimu, mungkin kalau temanku tidak bercerita bahwa dirinya menyukaimu, mungkin sampai saat ini aku tak mengenalmu bahkan jatuh cinta kepadamu.
Kedua kalinya aku bertemu denganmu, saat itu sekolahmu sedang merayakan natal. Aku masih ingat, dirimu memakai kemeja biru lengan panjang, dengan model rambut yang diskin. Terlihat keren, namun bukan itu yang membuatku menyuakimu. Kedua kalinya aku bertemu, baru kali ini aku merasakan sesuatu hal yang ganjil. Namun malam itu berlalu begitu saja tanpa ada kesan berharga, karena perasaanku belum sepenuh menjadi rumit seperti sekarang ini.
Ketiga kalinya aku bertemu denganmu, lagi - lagi disaat perayaan natal, kali ini untuk SMA sekota Depok. Saat itu aku terlalu sibuk mengurusi ini dan itu, jadi perasaan ini sempat terlupakan.
Berbulan - bulan setelah aku bertemu denganmu, perasaan ini seakan - akan terlupakan, namun saat takdir mempertemukanku kembali denganmu, rasa ini muncul lagi, namun kali ini lebih hebat daripada yang sebelumnya.
Keempat kalinya aku bertemu denganmu, saat itu dirimu sedang bertanding futsal. Mungkin karena aku tidak tertarik dengan permainan bola, jadi saat aku tahu dirimu jago bermain bola, tak ada perasaan apapun. Disaat mata ini menangkap sosokmu yang berdiri di luar lapangan, diri ini lemah tak berdaya, perasaan ini kalut, aku tak tahu harus berbuat apa. Namun seorang teman menyuruhku untuk mengabadikan momen ini untuk berfoto bersamamu, aku menolak! karena aku dan dirimu belum pernah berkenalan! namun dirinya tetap memaksa, dan aku tak dapat berbuat apa - apa. Dengan tubuh yang gemetar, aku berdiri disampingmu, bibir ini bergetar saat mencoba tersenyum ke kamera. Sulit dibayangkan, namun hati ini senang sekali. Tapi betapa terkejutnya diri ini saat mengetahui kalau dirimu ulang tahun pada hari itu! tertanggal 15 September 2012. Ada penyesalan dihati karena karena tidak bisa mengucapkan selamat kepadamu secara langsung, sedih, namun apa daya....
Kelima kalinya, pertemuanku dengan dirimu lagi - lagi tidak diduga. Tertanggal 29 Septemnber 2012, saat diriku menghadiri pesta ulang tahun temanku, ternyata dirimu hadir disana sebagai seorang master of ceremony! betapa terkejutnya diri ini, dengan setelan kemeja coklat kotak - kotak lengan panjang yang semua kancing ditautkan semua, dan juga celana panjang jins hitam, bukan penampilanmu yang membuat diri ini terkesima dan terkejut, namu kehadiranmu pada malam itu yang membuatku terkesima dan terkejut! Entah bagaimana aku meluapkan perasaan gembira ini, saat temanku yang juga adalah sahabatmu mengajak diriku untuk bertemu denganmu! aku, dirimu, dan dirinya, duduk bersama, duduk ditengah kedua cowok keren mungkin membuatku harus menjaga sikap. Bukan sesuatu hal yang menyangkut pribadi yang aku, dirimu, dan temanku bicarakan, namun hanya masalah organisasi. Diriku tambah gugup saat temanku ingin meninggalkanku berdua denganmu! Oh aku belum sanggup untuk duduk berdua bersamamu! Dirimu tak tahu betapa diriku sulit mengendalikan perasaan yang sekarang bergejolak dihatiku! Aku menolak untuk ditinggalkan. Akhirnya tempat dudukpun berpindah, kini aku duduk disampingmu, namun dikelilingi oleh teman - temanku. Canda dan tawa banyak terurai pada malam itu, namun aku dan dirimu tak ada yang berbicara, hanya tingkah konyolmu yang meletakkan tanganmu ke atas nasi goreng pesanan sabahatmu sendiri, dan mengaduk - aduk milkshake pesanan sahabatmu yang lain dengan jarimu, hanya untuk memastika bahwa nasi goreng itu hangat, dan milkshake itu dingin. Aku tak dapat menahan tawa ini, dan begitu pula teman - temanku. Menit demi menit berlalu, malam pun kian larut, akhirnya aku dan teman - temanku pulang, namun dirimu masih ada di sana. Hanya ada tangan yang terbuka, aku kira kita akan berjabat tangan, tapi aku mengharapkannya terlalu besar!
Malam itu tidak akan pernah aku lupakan, malam minggu terindah semasa hidupku! ada beberapa hal yang membuatku tambah gembira saat mengetahui yang sebenarnya mengajakku untuk bertemu denganmu adalah dirimu sendiri! dan yang menyuruh temanku meninggalkanku adalah dirimu sendiri! Akhirnya aku tahu, dirimu ingin mengenalku, mungkin untuk saat ini sebagai seorang teman, bahkan sahabat, kerana aku tahu dirimu sekarang telah mencintai sesosok cewek. Dan aku tahu betapa cintanya dirimu kepadanya, namun betapa sakitnya hati ini ketika mengetahui hanya dirimu yang mencintainya, sedangkan dirinya tidak pernah mencintaimu! ditambah lagi kepercayaanmu yang berbeda dengan dirinya. Mungkin terlihat sederhana, namun aku tahu cinta seperti itu sangatlah rumit, karena aku juga pernah merasakannya.
Sekarang aku hanya bisa terus memendam perasaan ini, tetap menjauh darimu, karena dirimu sangat mencintai dirinya. Aku hanya bisa menunggu saat dirimu lepas dari hubungan itu, dan hatimu mulai bisa terbuka untuk orang lain, termasuk diriku. Di setiap malam, asal dirimu tahu.... Di sela doaku, aku menyelipkan namamu, berdoa dan berharap Tuhan selalu menjagamu, dan memberikanmu yang terbaik. Di sela doaku, aku juga berdoa, agar aku kuat dan tetap sabar menunggumu.... Karena aku tahu, sulit untuk mendapatkan sosok sepertimu yang sangat langka dan luar biasa.... :')

Tidak ada komentar:
Posting Komentar